Karakteristik Fisis Madu


Madu mempunyai banyak keunggulan karena karakteristiknya. Sepuluh karakteristik fisis madu sebagai berikut:

  1. Kekentalan

Madu yang baru diekstrak berbentuk cairan kental. Kekentalan tergantung dari komposisi madu, terutama kandungan airnya. Bila suhu meningkat, kekentalan madu akan menurun. Beberapa jenis madu mempunyai karakter kekentalan khusus. Misalnya madu heather dan manuka sangat kental seperti jelly bila dibiarkan dan akan mencair jika dikocok.

  1. Kepadatan (densitas)

Madu memiliki ciri khas yaitu kepadatannya akan mengikuti gaya grafitasi sesuai berat jenis. Bagian madu yang kaya akan air (densitasnya rendah) akan berada diatas bagian madu yang lebih padat dan kental. Oleh karena itulah madu yang disimpan lama seperti memiliki lapisan.

  1. Sifat menarik air (higroskopis)

Madu bersifat menyerap air sehingga akan bertambah encer dan akan menyerap kelembaban udara sekitarnya.

  1. Tegangan permukaan (surface tension)

Madu memiliki tegangan permukaan yang rendah sehingga sering digunakan sebagai campuran kosmetik. Tegangan permukaan madu bervariasi tergantung sumber nektarnya dan berhubungan dengan kandungan zat koloid. Sifat tegangan permukaan yang rendah dan kekentalan yang tinggi membuat madu memiliki ciri khas membentuk busa.

  1. Suhu

Madu memiliki sifat lambat menyerap suhu lingkungan, tergantung dari komposisi dan derajat pengkristalannya. Dengan sifat yang mampu menghantarkan panas dan kekentalan yang tinggi menyebabkan madu mudah mengalami over heating (kelebihan panas) sehingga pengadukan dan pemanasan madu haruslah dilakukan secara hati-hati.

  1. Warna

Warna madu bervariasi dari transparan hingga tidak berwarna seperti air, dari warna terang hingga hitam. Warna dasar madu adalah kuning kecokelatan seperti gula karamel. Warna madu dipengaruhi oleh sumber nektar, usia madu dan penyimpanan. Madu yang berasal dari pengumpulan banyak nektar dengan proses yang cepat akan berwarna lebih terang daripada yang prosesnya lambat. Warna madu juga ditentukan oleh subspesies lebah dan kualitas sarang. Adapun bening tidaknya madu ditentukan oleh partikel yang tercampur, misalnya ada tidaknya pollen. Warna madu bisa juga bersifat khusus, misalnya kuning terang pada madu bunga matahari, keabu-abuan pada madu eucalyptus, dan kehijauan pada madu embun. Pada madu yang mengkristal akan terjadi perubahan warna menjadi lebih terang akibat putihnya kristal glukosa yang dikandungnya. Ada pula madu yang berwarna putih susu saat mengkristal dan jernih seperti air saat mencair (misalnya madu di Afrika Timur).
Dalam dunia industri, warna madu menentukan harga dan kegunaannya. Misalnya madu yang berwarna gelap lebih sering digunakan untuk industri, sedangkan madu berwarna terang banyak dipilih sebagai makanan atau minuman.

  1. Aroma

Aroma madu yang khas disebabkan oleh kandungan zat organiknya yang mudah menguap (volatil). Komposisi zat aromatik dalam madu bisa bervariasi sehingga wangi madu pun menjadi unik dan spesifik. Aroma madu bersumber dari zat yang dihasilkan oleh sel kelenjar bunga yang tercampur dalam nektar dan juga karena proses fermentasi dari gula, asam amino dan vitamin selama pematangan madu. Zat aromatik madu bisa berupa minyak esensial, campuran karbonil (formaldehid, asetaldehid, propioniadehid, aseton, metil etil keton dan sebagainya), ikatan alkohol (propanol, etanol, butanol, isobutanol, pentanol, benzil alkohol dan sebagainya), serta ikatan ester (asam benzoat atau propionat). Aroma madu cenderung tidak menetap karena zat ini akan menguap seiring waktu, terutama bila madu tidak disimpan dengan baik.

  1. Rasa

Rasa madu yang khas ditentukan oleh kandungan asam organik dan karbohidratnya, juga dipengaruhi oleh sumber nektarnya. Kebanyakan madu rasanya manis dan agak asam. Manisnya madu ditentukan oleh rasio karbohidrat yang terkandung dalam nektar tanaman yang menjadi sumber madu. Rasa madu juga sesuai dengan sumber tanamannya, misalnya madu dandelion bercita rasa kuat, madu bunga matahari bercitarasa tajam, madu bunga mahoni bercita rasa pahit, dan madu tembakau memiliki citarasa seperti tembakau. Adapula madu yang rasanya agak asin seperti madu jamblang. Madu juga ada yang beracun, misalnya madu bunga rhododendron. Rasa madu bisa berubah bila disimpan pada kondisi yang tidak cocok dan suhu yang tinggi yaitu menjadi kurang enak dan masam.

  1. Sifat mengkristal (kristalisasi)

Madu cenderung mengkristal pada proses penyimpanan di suhu kamar. Banyak orang berfikir bila madu mengkristal berarti kualitas madu buruk atau sudah ditambahkan gula.
Madu yang mengkristal merupakan akibat dari pembentukan kristal glukosa monohidrat, tergantung dari komposisi dan kondisi penyimpanan madu. Makin rendah kandungan airnya dan makin tinggi kadar glukosanya makin cepat terjadi pengkristalan. Contohnya, madu kaliandra lebih mudah mengkristal karena mengandung lebih banyak glukosa, tetapi pada suhu diatas 25oC ataupun dibawah 5oC, madu tidak mengkristal. Selama mengkristal, kandungan air dalam madu tidak terikat dan mencetuskan terjadinya fermentasi madu.

  1. Memutar optik

Madu memiliki kemampuan memutar sudut putaran cahaya terpolarisasi. Kemampuan ini disebabkan kandungan zat gula yang spesifik dalam madu.

Sumber: Buku “Terapi Madu” dr. Adji Suranto. Penerbit: Penebar Plus

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://maduhutanlampung.wordpress.com/2010/03/01/karakteristik-fisis-madu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: